BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 27 Mei 2009

92 PULAU TERLUAR INDONESIA TERANCAM " HILANG "


Indonesia, sebuah negara yang mayoritas wilayahnya terdiri dari perpaduan antara pulau-pulau dan lautan. Membentang luas dari sabang sampai merauke. Ratusan pulau terhampar luas, saking banyaknya sampai ada yang tidak terdeteksi dan tidak tercantum dalam peta. Adapun kondisi geografis tersebut yang membuat Indonesia terkenal akan Pulau Bali-nya yang eksotik, pulau Lombok, sampai ke kepulauan Raja Ampat yang terkenal akan keanekaragaman terumbu karang dan jenis fauna lautnya.

Tapi taukah anda, sebuah media cetak baru-baru ini menceritakan tentang 92 pulau terluar di Indonesia yang terancam hilang, atau lebih tepatnya sangat berpeluang dikuasai dan diambil alih oleh pihak asing. Kenapa begitu? Padahal sudah jelas bangsa ini memiliki wilayah territorial dengan sebutan Zona Ekonomi Ekslusif ( ZEE ), wilayah yang secara resmi menjadi batas dari negara kita dengan negara lain dan telah diakui oleh masyarakat Internasional.

Usut punya usut, ternyata banyak sekali pulau terluar yang tersebar dari Aceh hingga Papua yang jarang sekali dikunjungi oleh pejabat pemerintahan dan akhirnya merasa tidak diperdulikan oleh pemerintah, sehingga lebih memilih untuk “ mengabdi “ kepada tuanya ( sebut = negara lain ), yang mungkin saja memberikan perhatian lebih kepada mereka, baik dalam segala aspek kehidupan. Suatu hal yang sangat mungkin terjadi.

Awalnya mungkin hanya nelayan kapal asing yang menyandarkan kapalnya, lalu menetap sekian lama, setelah itu akhirnya menancapkan bendera negaranya dan mengklaim jadi milik mereka. Seperti yang telah terjadi di salah satu pulau di Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, dimana banyak penduduknya yang berbahasa Tagalog, yaitu bahasa resmi Filipina, malah sudah menggunakan mata uang Peso sebagai alat transaksi mereka, kenapa bisa seperti itu? Padahal secara teritori jelas mereka telah melanggar hukum dengan melintasi batas negara kita tanpa izin, lalu kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Lalu apa langkah konkrit pemerintah untuk menangani fenomena semacam itu? Mengingat kita juga ditenggarai kekurangan armada laut, yang secara resmi dibawah tanggungjawab TNI AL, untuk melakukan penjagaan dan pengawasan terhadap pulau-pulau tersebut dengan menempatkan personel-personelnya di tiap2 pulau yang masuk dalam kategori “ terancam”. Bagaimana mengenai anggaran untuk pelaksanaanya? apakah pemerintah memang tidak concern akan masalah yang sangat sensitif seperti ini?

Biar bagaimanapun, pelanggaran terhadap kedaulatan nasional adalah sesuatu yang sangat penting untuk dipikirkan, karena dapat menimbulkan kesan yang negatif kepada komunitas internasional dan malah bisa menjadi sebuah ancaman terhadap negara ini. kita harus mencari seorang pemimpin yang memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi dan nasionalisme tanpa batas.

NKRI = HARGA MATI..

Kamis, 14 Mei 2009

Tifatul Sembiring, luapan emosi terhadap inkonsistensi SBY


Berita ini saya dapet pada saat saya baru saja terbangun dari tidur pada kamis pagi. Secara sengaja saya nge bolak-balik koran KOMPAS pagi ini buat tau perkembangan perpolitikan di Indonesia terutama mengenai masalah perisapan para capres buat ngadepin pilpres yang tinggal beberapa minggu lagi. Dan di salah satu head line news ada berita mengenai Tifatul Sembiring selaku Ketua Umum dari partai PKS yang secara spontan tidak sepakat terhadap keputusan SBY untuk merekrut Budiono sebagai cawapres, kenapa bisa begitu??

Usut punya usut, ternyata SBY emang secara sadar telah memilih Budiono sebagai cawapres tanpa sedikitpun berembuk dengan partai-partai  koalisi terdekatnya seperti PPP, PKB, PAN dan PKS itu sendiri. Saya pikir sih itu ga make sense yah??menurut saya  lo??ko bisa gitu??trus buat apa dong fungsinya koalisi partai??tapi ga ada satu pun tokoh dari partai koalisinya yang dicalonin jadi pendamping terdekat beliau ( sebut = cawapres ) ??ah bingung deh..:-P

Nah, dari sedikit penggalan cerita di atas kan udh bisa ditarik kesimpulan kalo emang sedari awal aja udh mulai ada ketidakadilan yang ditunjukan beliau secara sadar tanpa memperhatikan kepentingan bersama, bisa dibilang ga konsisten lho ( secara udh ada gembar-gembor beliau bakal bersanding sm Hidayat Nur Wahid ). apalagi kasus tersebut terexpose secara gamblang di semua media, dan menimbulkan respone yang sangat keras. Kalo dari awalnya aja udh kaya gtu..gmn entar???..duh..duh..

Sedikit kutipan dari bapak Tifatul Sembiring “ sekarang kalo Demokrat, Golkar sama PDIP aja bisa ngajuin calon-calonya buat jadi capres, masa suara kita yang notabene cukup signifikan ga bisa nyalonin,minimal jadi cawapres gitu?”..hayo lo..gmn tuh..hehe..