Indonesia, sebuah negara yang mayoritas wilayahnya terdiri dari perpaduan antara pulau-pulau dan lautan. Membentang luas dari sabang sampai merauke. Ratusan pulau terhampar luas, saking banyaknya sampai ada yang tidak terdeteksi dan tidak tercantum dalam peta. Adapun kondisi geografis tersebut yang membuat Indonesia terkenal akan Pulau Bali-nya yang eksotik, pulau Lombok, sampai ke kepulauan Raja Ampat yang terkenal akan keanekaragaman terumbu karang dan jenis fauna lautnya.
Tapi taukah anda, sebuah media cetak baru-baru ini menceritakan tentang 92 pulau terluar di Indonesia yang terancam hilang, atau lebih tepatnya sangat berpeluang dikuasai dan diambil alih oleh pihak asing. Kenapa begitu? Padahal sudah jelas bangsa ini memiliki wilayah territorial dengan sebutan Zona Ekonomi Ekslusif ( ZEE ), wilayah yang secara resmi menjadi batas dari negara kita dengan negara lain dan telah diakui oleh masyarakat Internasional.
Usut punya usut, ternyata banyak sekali pulau terluar yang tersebar dari Aceh hingga Papua yang jarang sekali dikunjungi oleh pejabat pemerintahan dan akhirnya merasa tidak diperdulikan oleh pemerintah, sehingga lebih memilih untuk “ mengabdi “ kepada tuanya ( sebut = negara lain ), yang mungkin saja memberikan perhatian lebih kepada mereka, baik dalam segala aspek kehidupan. Suatu hal yang sangat mungkin terjadi.
Awalnya mungkin hanya nelayan kapal asing yang menyandarkan kapalnya, lalu menetap sekian lama, setelah itu akhirnya menancapkan bendera negaranya dan mengklaim jadi milik mereka. Seperti yang telah terjadi di salah satu pulau di Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, dimana banyak penduduknya yang berbahasa Tagalog, yaitu bahasa resmi Filipina, malah sudah menggunakan mata uang Peso sebagai alat transaksi mereka, kenapa bisa seperti itu? Padahal secara teritori jelas mereka telah melanggar hukum dengan melintasi batas negara kita tanpa izin, lalu kenapa hal tersebut bisa terjadi?
Lalu apa langkah konkrit pemerintah untuk menangani fenomena semacam itu? Mengingat kita juga ditenggarai kekurangan armada laut, yang secara resmi dibawah tanggungjawab TNI AL, untuk melakukan penjagaan dan pengawasan terhadap pulau-pulau tersebut dengan menempatkan personel-personelnya di tiap2 pulau yang masuk dalam kategori “ terancam”. Bagaimana mengenai anggaran untuk pelaksanaanya? apakah pemerintah memang tidak concern akan masalah yang sangat sensitif seperti ini?
Biar bagaimanapun, pelanggaran terhadap kedaulatan nasional adalah sesuatu yang sangat penting untuk dipikirkan, karena dapat menimbulkan kesan yang negatif kepada komunitas internasional dan malah bisa menjadi sebuah ancaman terhadap negara ini. kita harus mencari seorang pemimpin yang memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi dan nasionalisme tanpa batas.
NKRI = HARGA MATI..

